Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Oktober 2010

Surat Perjuangan

*Hari 1.*

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.

cadel: "bang, beli nasi goleng satu"
abang: "apa...?" (.....ngeledek.)
cadel: "Nasi Goleng!
abang: "Apaan...?" (......Ngeledek lagi.)
cadel: "Nasi Goleng!!!"
abang: "ohh nasi goleng..."

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

* Hari 2.*

Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa
mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

cadel: "bang...,saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
abang: "ohh...pake apa?"
cadel: "...pake telol..." (Sambil sedih...)

Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.

* Hari 3.*

Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng

cadel: "bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!! Bungkus!"
abang: "ceplok atau dadar ?"
cadel: "dadal..."

Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

* Hari 4.*

Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.

cadel: "bang...beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
abang: "hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500, del."

si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:

cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?", sambil senyum ngeledek.

Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK....!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.

* Moral Cerita *:

INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DENGAN PENUH PELJUANGAN... !!

KITA JANGAN MUDAH MENYELAH..KALENA SELALU ADA JALAN KELUAL UNTUK SETIAP KESULITAN....


motivasi dan inspirasi II

Selasa, 31 Agustus 2010

Kutub Utara Mencair

Danger information!
Kalau bisa, tolong copas ini dan post kan di blog kalian , dengan tulisan beserta : ILMUPERSAHABATAN INFO

Saat itu,saya sedang pergi ke sebuah mall yang cukup terkenal di kota saya. Kebetulan, ada pameran TV terbaru. Film yang diputar di TV tersebut ,, adalah tentang es yang mencair.

Saya terheran-heran. Dimana ini terjadi? Apakah benaran terjadi??
Inilah lebih detailnya.

Gambar tv itu adalah, ketika 20 ekor penguin (nyata) sedang berlari-larian di tanah es kutub utara. Tiba-tiba, ada bunyi yang tidak asing, GRUDUK! Para penguin menjauh, mereka sudah ada firasat buruk. Beberapa penguin yang telah tua mencoba berenang dan mencari biang keladinya. Ternyata, Es yang dipijak penguin-penguin itu pelan-pelan mencair. Penguin itu terkaget-kaget. Sebagian ditelan ombak dingin, sebagian lagi masih berlari.

Stalaktit di goa es juga telah berkurang,. kata ilmuwan, salah satu goa es di kutub, stalaktit nya meleleh sebanyak 68 stalaktit. Itu benar-benar mengejutkan.

Kabar ini memang sangat mengagetkan. Bila kita terus membiarkan kutub utara mencair, hasilnya akan menanggung pada kita. Negara yang tenggelam, biasanya adalah kepulauan.Amerika pun bisa tenggelam bila dibiarkan. Untunglah, Kutub Selatan Masih tersisa dan utuh

Dalam waktu hanya SETAHUN, kutub utara(greendland) sudah pecah 1/4 nya. Bagaimana kalau 3-5 tahun???

Indonesia, kabarnya air di laut aceh naik beberapa meter dari kedalaman tahun 2004. Sebaiknya kita lebih meningkatkan hati-hati pada kabar ini.

Cara mencegahnya, mudah. Bacalah di beberapa internet tentang pencegahan global warming. Ini adalah penyelamatan hewan-hewan kutub, negara, pulau, orang lain dan diri kita sendiri. Bertindak lebih cepat, Saya yakin, masalah akan segera teratasi...

Senin, 30 Agustus 2010

Guru Yang Tidak Bisa Menyekolahkan Anaknya

Satu jam sudah Sri Utami berada di gubuk itu menanti hujan reda. Ia harus singgah ke tempat itu agar tak basah kuyup saat menjumpai murid-muridnya di pedalaman Boalemo, Gorontalo, Sulawesi Tengah.
Sejak pindah ke daerah transmigran, anak saya hanya di rumah membantu ayahnya berladang.
-- Sri Utami
Saat hujan turun, Sri baru berjalan sekitar satu kilometer. Masih ada tiga kilometer perjalanan lagi yang menantinya. Perjalanan dengan medan berbukit dan dua sungai.
Begitulah kisah Sri berawal. Gubuk beratap rumbia dan tanpa tempat duduk itu selalu menjadi penolongnya saat kelelahan atau kehujanan. Tak jarang, Sri juga berteduh bersama beberapa ekor kambing yang takut basah.
Sri adalah seorang guru yang mengajar di daerah transmigrasi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Bila musim hujan tiba, jalanan licin dan becek menjadi "musuhnya", karena Sri terpaksa menenteng sepatu bututnya agar tak dimakan lumpur.
"Ini sepatu saya satu-satunya dan saya akan lebih membutuhkannya saat musim kemarau tiba," ujar perempuan berjilbab itu tersenyum.
Tak sanggup
Sri, perempuan asli Surabaya, Jawa Timur, itu terlihat sangat sederhana. Bukannya ingin berpenampilan sederhana, namun Sri ternyata memang hidup serba kekurangan. Jangankan membeli baju dan sepatu baru untuk mengajar, menyekolahkan anaknya saja ia tak sanggup.
Diakui Sri, putra tercintanya hanya bisa mencicipi pendidikan hingga bangku SMP saat masih tinggal di Surabaya. "Itupun karena biayanya hasil patungan sanak saudara di sana. Sejak pindah ke daerah transmigran, anak saya hanya di rumah membantu ayahnya berladang," ungkapnya.
Gaji dua ratus lima puluh ribu yang diterimanya setiap bulan hanya habis untuk makan. Sri dan dan suaminya yang baru setahun menjadi transmigran di daerah itu, belum bisa berbuat banyak untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi.
Sejak pertama kali mengajar, Sri memang tak pernah berharap profesinya bisa menghasilkan banyak uang. Ia mengambil keputusan untuk menghabiskan hidupnya menjadi pendidik saat usianya baru menginjak dua puluh tahun.