Tampilkan postingan dengan label Planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Planet. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Agustus 2010
Planet Kita Menyusut?
Planet kita menyusut, kata ahli geologi Rusia. Sejak pertama kali terbentuk bumi telah berkurang 585 kilometer.
Vyacheslav Orlenok, profesor geologi di Kant Russian State University, Kaliningrad, membandingkan struktur relief kuno dengan yang ada pada saat ini.
Dia mengatakan 4,5 miliar tahun yang lalu, ketika permukaan bumi baru saja mulai memadat ukurannya lebih besar. Jari-jari diperkirakan sekitar 6.956 km dan saat ini sudah berkurang 585 km.
Selama ribuan tahun permukaan berkurang sekitar 128 juta kilometer persegi. Hitungan tersebut didapatkan dengan membandingkan total luas semua benua saat ini yang mencapai 149 juta kilometer persegi. “Penyusutan adalah faktor utama dalam proses tektonik seperti dalam platform gerakan benua,” kata Orlenok.
Planet Venus
Venus adalah planet kedua dari Matahari. Ukuran Venus hampir sama dengan Bumi, tetapi memiliki bentuk berbeda. Seperti Merkurius, Venus tidak memiliki Bulan.
PLANET VENUS
Venus adalah planet pertama yang dikunjungi dan didarati oleh satelit penyelidik angkasa. Permukaan Venus sangat halus–tidak terdapat banyak kawah.
Venus dapat dilihat di langit jika tidak terlalu dekat dengan Matahari. Venus terlihat seperti sebuah bintang yang sangat terang dan tidak berkelap-kelip.
- Gambar-gambar Venus banyak diperoleh untuk memperlihatkan rupa planet ini jika tidak ada awan.
- Awan yang mengelilingi Venus sangat tebal sehingga para ilmuwan menggunakan peralatan khusus untuk melihat permukaannya.
- Venus merupakan objek langit paling terang nomor tiga setelah Matahari dan Bulan. Karena begitu terang, terkadang kita dapat melihatnya jika tidak ada bintang di langit.
PLANET PANAS
Sebuah planet memanas ketika Matahari terbit. Makin dekat sebuah planet ke Matahari, makin panas keadaan planet tersebut. Merkurius seharusnya menjadi planet terpanas, tetapi Venus lebih panas daripada Merkurius, meskipun terletak lebih jauh dari Matahari.
Venus menjadi panas karena memiliki lapisan atmosfer yang tebal. Atmosfer adalah lapisan gas-gas yang mengelilingi sebuah planet atau sebuah bulan. Lapisan ini menahan panas supaya tidak lepas ke angkasa. Lapisan atmosfer Venus lebih tebal daripada atmosfer Bumi. Lapisan atmosfer Venus sebagian besar tersusun dari gas karbon dioksida.
PLANET VENUS
Venus adalah planet pertama yang dikunjungi dan didarati oleh satelit penyelidik angkasa. Permukaan Venus sangat halus–tidak terdapat banyak kawah.
Venus dapat dilihat di langit jika tidak terlalu dekat dengan Matahari. Venus terlihat seperti sebuah bintang yang sangat terang dan tidak berkelap-kelip.
- Gambar-gambar Venus banyak diperoleh untuk memperlihatkan rupa planet ini jika tidak ada awan.
- Awan yang mengelilingi Venus sangat tebal sehingga para ilmuwan menggunakan peralatan khusus untuk melihat permukaannya.
- Venus merupakan objek langit paling terang nomor tiga setelah Matahari dan Bulan. Karena begitu terang, terkadang kita dapat melihatnya jika tidak ada bintang di langit.
PLANET PANAS
Sebuah planet memanas ketika Matahari terbit. Makin dekat sebuah planet ke Matahari, makin panas keadaan planet tersebut. Merkurius seharusnya menjadi planet terpanas, tetapi Venus lebih panas daripada Merkurius, meskipun terletak lebih jauh dari Matahari.
Venus menjadi panas karena memiliki lapisan atmosfer yang tebal. Atmosfer adalah lapisan gas-gas yang mengelilingi sebuah planet atau sebuah bulan. Lapisan ini menahan panas supaya tidak lepas ke angkasa. Lapisan atmosfer Venus lebih tebal daripada atmosfer Bumi. Lapisan atmosfer Venus sebagian besar tersusun dari gas karbon dioksida.
Minggu, 29 Agustus 2010
Planet Merkurius
Planet Merkurius adalah planet terdekat dari Matahari. Merkurius juga merupakan planet terkecil di dalam Tata Surya, sedikit lebih besar daripada Bulan. Merkurius tidak memiliki bulan.
PLANET MERKURIUS
Keadaan Merkurius kering dan keras. Permukaannya ditutupi oleh kawah-kawah. Kawah-kawah tersebut terbentuk oleh meteor-meteor dan komet-komet yang jatuh ke permukaan Merkurius.
Karena sangat dekat dengan Matahari, temperatur Merkurius sangat panas selama waktu siang, dan sangat dingin di waktu malam.
- Merkurius tersusun dari bahan yang keras, tetapi bentuk antara satu dengan yang lain sangat berbeda.
- Merkurius terlihat seperti Bulan. Kawah-kawah di permukaannya sudah berumur lebih dari miliaran tahun. Kawah-kawah tersebut muncul ketika terjadi pembentukan Tata Surya.
PANAS DAN DINGIN
Merkurius berputar pada porosnya dengan sangat lambat. Satu hari di Merkurius sama dengan 176 hari di Bumi. Merkurius berputar dan mengelilingi Matahari setiap 88 hari. Jadi, satu tahun di Merkurius hanya berjumlah 88 hari di Bumi–satu hari di Merkurius dua kali lebih lama dari satu tahunnya!
Merkurius menjadi sangat panas selama 88 hari waktu siang. Temperatur dapat mencapai 430 derajat Celsius–begitu panas sehingga dapat mencairkan timbal.
PLANET MERKURIUS
Keadaan Merkurius kering dan keras. Permukaannya ditutupi oleh kawah-kawah. Kawah-kawah tersebut terbentuk oleh meteor-meteor dan komet-komet yang jatuh ke permukaan Merkurius.
Karena sangat dekat dengan Matahari, temperatur Merkurius sangat panas selama waktu siang, dan sangat dingin di waktu malam.
- Merkurius tersusun dari bahan yang keras, tetapi bentuk antara satu dengan yang lain sangat berbeda.
- Merkurius terlihat seperti Bulan. Kawah-kawah di permukaannya sudah berumur lebih dari miliaran tahun. Kawah-kawah tersebut muncul ketika terjadi pembentukan Tata Surya.
PANAS DAN DINGIN
Merkurius berputar pada porosnya dengan sangat lambat. Satu hari di Merkurius sama dengan 176 hari di Bumi. Merkurius berputar dan mengelilingi Matahari setiap 88 hari. Jadi, satu tahun di Merkurius hanya berjumlah 88 hari di Bumi–satu hari di Merkurius dua kali lebih lama dari satu tahunnya!
Merkurius menjadi sangat panas selama 88 hari waktu siang. Temperatur dapat mencapai 430 derajat Celsius–begitu panas sehingga dapat mencairkan timbal.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Planet Kembaran Bumi
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler, Kamis 26 Agustus 2010.
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.
Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.
Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.
"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.
Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.
Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.
"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.
Langganan:
Postingan (Atom)


